Sabtu, 31 Oktober 2009
Laporan Praktikum Fisika (Ketut alit adi untara )
BANDUL SEDERHANA Alit_Fisika@yahoo.co.id
TUJUAN
Memahami konsep gerak harmonik sederhana dan factor yang mempengaruhi priode (waktu ).
Mengukur priode gerak bandul sederhana.
Menghitung percepatan gravitasi bumi.
ALAT DAN BAHAN
Bandul/ beban
Tali pengantung.
Statif
Mistar/meteran
Stop watch
Busur derajat
Neraca
DASAR TEORI
Waktu yang diperlukan untuk satu getaran sempurna disebut priode getaran ( T ). Sedangkan jumlah getaran yang dilakukan setiap sekon disebut frekuensi ( f ). Hubungan f dan T adalah sebagai berikut:
T = 1/f keterangan : T = periode (sekon/ detik ).
f = frekuensi ( Hz ).
Bandul sederhana adalah benda ideal yang terdiri dari sebuah titik massa ( m ) yang digantung pada tali ringan tidak mulur. Jika bandul ditarik kesamping dari posisi kesetimbangan , lalu dilepas maka bandul akan berayun dalam bidang vertical karena pengaruh gravitasi bumi, gerak ini merupakan gerak osilasi dan priodik.
Gaya gaya yang bekerja pada massa ( m ) terdiri atas komponen radial dan tangesial, bertindak sebagai pemulih yang bekerja pada massa ( m) untuk mengembalikan pada titik kesetimbangannya. Sedangkan resultan gaya radial bertindak sebagai gaya yang dibutuhkan beban agar tetap berada pada posisi bergerak melingkar.
Sebuah bandul sederhana dengan panjang L dengan sebuah benda bermassa ( m ) yang digantung dan membentuk sudut θ terhadap arah vertical . gaya yang bekerja pada benda adalah gaya berat ( mg ) dan gaya tarik ( T ) pada tali. Jika dipilih satu system koordinat dengan sudut menyinggung lingkaran tangesial dan satu sumbu lain dengan arah radial. Maka uraian gaya berat ( mg ) atas komponen-komponen arah radial adalah mg cos θ dan arah tangesial mg sin θ . komponen radial gaya gaya tersebut memberikan kecepatan sentripental pada benda ( m ). Besar gaya yang menarik beban agar kembali keposisi setimbang adalah -mg sin θ , sesuai hukum II Newton berlaku :
-mg sin θ = ma
untuk sudut θ yang kecil berlaku sin θ = θ
y/ L = θ ( y = panjang simpangan )
sehingga dapat ditulis
-mg ( y/L ) = ma
a = -( g/L ) y ……… 1
periode getaran harmonic secara umum dapat dirumuskan
T = 2π(-y/a)1/2 ………2
Apabila persamaan 1 di subsitusi ke persamaan 2 maka besar periode getaran bandul adalah :
T = 2π(L/g)1/2
T = 2 π√(L/g)
Dan frekuensi menjadi
f = 1/2π √(g/L)
PROSEDUR KERJA
Mengukur berat massa bandul.
Mentukan panjang tali yang digantungkan pada statif kemudian memberi bandul pada ujung tali yang lain.
Memberi simpangan kecil pada bandul.
Melepaskan bandul dari simpangan dan bandul akan berayun bolak-balik.
Mencatat waktu yang dibutuhkan bandul untuk berayun…..kali.
Mengulangi langkah diatas dengan perlakuan :
Panjang tali tetap……cm, massa berubah
Massa tetap …….kg, panjang tali berubah.
HASIL PENGAMATAN
Nst Mistar = ….. cm
Nst Neraca =…... gr
Nst Stop watch = ……sekon
Tabel Hasil Pengamatan
Bentuk tabel sesuai acuan asisten
ANALISA DATA
sesuai acuan asisten
PEMBAHASAN
Jelaskan hasil periode yang diperoleh pada percobaan
Jelaskan hasil gravitasi yang diperoleh pada percobaan
Jelaskan factor-faktor yang mempengaruhi periode gerak bandul
Jelaskan hasil analisa data yang diperoleh, pada perhitungan umum dan ralat
Hal-hal lain yang dianggap penting
KESIMPULAN
Gerak harmoni sederhana adalah gerak bolak balik suatu benda secara periodik dengan resultan gaya yang bekerja pada titik sembarang selalu mengarah ketitik setimbangnya.
Periode gerak harmonik ayunan bandul dipengaruhi oleh beberapa factor antaralain :
………….
………….
Besar periode gerak bandul sederhana yang diperoleh adalah ( sesuaikan dengan model percobaan)
Besar percepatan gravitasi bumi yang didapat dalam praktikum adalah…….m/s2
TUJUAN
Memahami konsep gerak harmonik sederhana dan factor yang mempengaruhi priode (waktu ).
Mengukur priode gerak bandul sederhana.
Menghitung percepatan gravitasi bumi.
ALAT DAN BAHAN
Bandul/ beban
Tali pengantung.
Statif
Mistar/meteran
Stop watch
Busur derajat
Neraca
DASAR TEORI
Waktu yang diperlukan untuk satu getaran sempurna disebut priode getaran ( T ). Sedangkan jumlah getaran yang dilakukan setiap sekon disebut frekuensi ( f ). Hubungan f dan T adalah sebagai berikut:
T = 1/f keterangan : T = periode (sekon/ detik ).
f = frekuensi ( Hz ).
Bandul sederhana adalah benda ideal yang terdiri dari sebuah titik massa ( m ) yang digantung pada tali ringan tidak mulur. Jika bandul ditarik kesamping dari posisi kesetimbangan , lalu dilepas maka bandul akan berayun dalam bidang vertical karena pengaruh gravitasi bumi, gerak ini merupakan gerak osilasi dan priodik.
Gaya gaya yang bekerja pada massa ( m ) terdiri atas komponen radial dan tangesial, bertindak sebagai pemulih yang bekerja pada massa ( m) untuk mengembalikan pada titik kesetimbangannya. Sedangkan resultan gaya radial bertindak sebagai gaya yang dibutuhkan beban agar tetap berada pada posisi bergerak melingkar.
Sebuah bandul sederhana dengan panjang L dengan sebuah benda bermassa ( m ) yang digantung dan membentuk sudut θ terhadap arah vertical . gaya yang bekerja pada benda adalah gaya berat ( mg ) dan gaya tarik ( T ) pada tali. Jika dipilih satu system koordinat dengan sudut menyinggung lingkaran tangesial dan satu sumbu lain dengan arah radial. Maka uraian gaya berat ( mg ) atas komponen-komponen arah radial adalah mg cos θ dan arah tangesial mg sin θ . komponen radial gaya gaya tersebut memberikan kecepatan sentripental pada benda ( m ). Besar gaya yang menarik beban agar kembali keposisi setimbang adalah -mg sin θ , sesuai hukum II Newton berlaku :
-mg sin θ = ma
untuk sudut θ yang kecil berlaku sin θ = θ
y/ L = θ ( y = panjang simpangan )
sehingga dapat ditulis
-mg ( y/L ) = ma
a = -( g/L ) y ……… 1
periode getaran harmonic secara umum dapat dirumuskan
T = 2π(-y/a)1/2 ………2
Apabila persamaan 1 di subsitusi ke persamaan 2 maka besar periode getaran bandul adalah :
T = 2π(L/g)1/2
T = 2 π√(L/g)
Dan frekuensi menjadi
f = 1/2π √(g/L)
PROSEDUR KERJA
Mengukur berat massa bandul.
Mentukan panjang tali yang digantungkan pada statif kemudian memberi bandul pada ujung tali yang lain.
Memberi simpangan kecil pada bandul.
Melepaskan bandul dari simpangan dan bandul akan berayun bolak-balik.
Mencatat waktu yang dibutuhkan bandul untuk berayun…..kali.
Mengulangi langkah diatas dengan perlakuan :
Panjang tali tetap……cm, massa berubah
Massa tetap …….kg, panjang tali berubah.
HASIL PENGAMATAN
Nst Mistar = ….. cm
Nst Neraca =…... gr
Nst Stop watch = ……sekon
Tabel Hasil Pengamatan
Bentuk tabel sesuai acuan asisten
ANALISA DATA
sesuai acuan asisten
PEMBAHASAN
Jelaskan hasil periode yang diperoleh pada percobaan
Jelaskan hasil gravitasi yang diperoleh pada percobaan
Jelaskan factor-faktor yang mempengaruhi periode gerak bandul
Jelaskan hasil analisa data yang diperoleh, pada perhitungan umum dan ralat
Hal-hal lain yang dianggap penting
KESIMPULAN
Gerak harmoni sederhana adalah gerak bolak balik suatu benda secara periodik dengan resultan gaya yang bekerja pada titik sembarang selalu mengarah ketitik setimbangnya.
Periode gerak harmonik ayunan bandul dipengaruhi oleh beberapa factor antaralain :
………….
………….
Besar periode gerak bandul sederhana yang diperoleh adalah ( sesuaikan dengan model percobaan)
Besar percepatan gravitasi bumi yang didapat dalam praktikum adalah…….m/s2
Rabu, 17 Juni 2009
Termometer air raksa
Termometer air raksa dalam gelas adalah termometer yang dibuat dari air raksa yang ditempatkan pada suatu tabung kaca. Tanda yang dikalibrasi pada tabung membuat temperatur dapat dibaca sesuai panjang air raksa di dalam gelas, bervariasi sesuai suhu. Untuk meningkatkan ketelitian, biasanya ada bohlam air raksa pada ujung termometer yang berisi sebagian besar air raksa; pemuaian dan penyempitan volume air raksa kemudian dilanjutkan ke bagian tabung yang lebih sempit. Ruangan di antara air raksa dapat diisi atau dibiarkan kosong.
Sebagai pengganti air raksa, beberapa termometer keluarga mengandung alkohol dengan tambahan pewarna merah. Termometer ini lebih aman dan mudah untuk dibaca.
Jenis khusus termometer air raksa, disebut termometer maksimun, bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat bohlam. Saat suhu naik, air raksa didorong ke atas melalui katup oleh gaya pemuaian. Saat suhu turun air raksa tertahan pada katup dan tidak dapat kembali ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung. Pembaca kemudian dapat membaca temperatur maksimun selama waktu yang telah ditentukan. Untuk mengembalikan fungsinya, termometer harus diayunkan dengan keras. Termometer ini mirip desain termometer medis.
Air raksa akan membeku pada suhu -38.83 °C (-37.89 °F) dan hanya dapat digunakan pada suhu di atasnya. Air raksa, tidak seperti air, tidak mengembang saat membeku sehingga tidak memecahkan tabung kaca, membuatnya sulit diamati ketika membeku. Jika termometer mengandung nitrogen, gas mungkin mengalir turun ke dalam kolom dan terjebak di sana ketika temperatur naik. Jika ini terjadi termometer tidak dapat digunakan hingga kembali ke kondisi awal. Untuk menghindarinya, termometer air raksa sebaiknya dimasukkan ke dalam tempat yang hangat saat temperatur di bawah -37 °C (-34.6 °F). Pada area di mana suhu maksimum tidak diharapkan naik di atas - 38.83 ° C (-37.89 °F) termometer yang memakai campuran air raksa dan thallium mungkin bisa dipakai. Termometer ini mempunyai titik beku of -61.1 °C (-78 °F).
Termometer air raksa umumnya menggunakan skala suhu Celsius dan Fahrenhait. Anders Celsius merumuskan skala Celsius, yang dipaparkan pada publikasinya ”the origin of the Celsius temperature scale” pada 1742.
Celsius memakai dua titik penting pada skalanya: suhu saat es mencair dan suhu penguapan air. Ini bukanlah ide baru, sejak dulu Isaac Newton bekerja dengan sesuatu yang mirip. Pengukuran suhu celsius menggunakan suhu pencairan dan bukan suhu pembekuan. Eksperimen untuk mendapat kalibrasi yang lebih baik pada termometer Celsius dilakukan selama 2 minggu setelah itu. Dengan melakukan eksperimen yang sama berulang-ulang, dia menemukan es mencair pada tanda kalibrasi yang sama pada termometer. Dia menemukan titik yang sama pada kalibrasi pada uap air yang mendidih (saat percobaan dilakukan dengan ketelitian tinggi, variasi terlihat dengan variasi tekanan atmosfir). Saat dia mengeluarkan termometer dari uap air, ketinggian air raksa turun perlahan. Ini berhubungan dengan kecepatan pendinginan (dan pemuaian kaca tabung).
Tekanan udara mempengaruhi titik didih air. Celsius mengklaim bahwa ketinggian air raksa saat penguapan air sebanding dengan ketinggian barometer.
Saat Celsius memutuskan untuk menggunakan skala temperaturnya sendiri, dia menentukan titik didih pada 0 °C (212 °F) dan titik beku pada 100 °C (32 °F). Satu tahun kemudian Frenchman Jean Pierre Cristin mengusulkan versi kebalikan skala celsius dengan titik beku pada 0 °C (32 °F) dan titik didih pada 100 °C (212 °F). Dia menamakannya Centrigade.
Pada akhirnya, Celsius mengusulkan metode kalibrasi termometer sbb:
1. Tempatkan silinder termometer pada air murni meleleh dan tandai titik saat cairan di dalam termometer sudah stabil. ini adalah titik beku air.
2. Dengan cara yang sama tandai titik di mana cairan sudah stabil ketika termometer ditempatkan di dalam uap air mendidih.
3. Bagilah panjang di antara kedua titik dengan 100 bagian kecil yang sama.
Titik-titik ini ditambahkan pada kalibrasi rata-rata tetapi keduanya sangat tergantung tekanan udara. Saat ini, tiga titik air digunakan sebagai pengganti (titik ketiga terjadi pada 273.16 kelvins (K), 0.01 °C). CATATAN: Semua perpindahan panas berhenti pada 0 K, Tetapi suhu ini masih mustahil dicapai karena secara fisika masih tidak mungkin menghentikan partikel.
Hari ini termometer air raksa masih banyak digunakan dalam bidang meteorologi, tetapi pengguanaan pada bidang-bidang lain semakin berkurang, karena air raksa secara permanen sangat beracun pada sistem yang rapuh dan beberapa negara maju telah mengutuk penggunaannya untuk tujuan medis. Beberapa perusahaan menggunakan campuran gallium, indium, dan tin (galinstan) sebagai pengganti air raksa.
Sebagai pengganti air raksa, beberapa termometer keluarga mengandung alkohol dengan tambahan pewarna merah. Termometer ini lebih aman dan mudah untuk dibaca.
Jenis khusus termometer air raksa, disebut termometer maksimun, bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat bohlam. Saat suhu naik, air raksa didorong ke atas melalui katup oleh gaya pemuaian. Saat suhu turun air raksa tertahan pada katup dan tidak dapat kembali ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung. Pembaca kemudian dapat membaca temperatur maksimun selama waktu yang telah ditentukan. Untuk mengembalikan fungsinya, termometer harus diayunkan dengan keras. Termometer ini mirip desain termometer medis.
Air raksa akan membeku pada suhu -38.83 °C (-37.89 °F) dan hanya dapat digunakan pada suhu di atasnya. Air raksa, tidak seperti air, tidak mengembang saat membeku sehingga tidak memecahkan tabung kaca, membuatnya sulit diamati ketika membeku. Jika termometer mengandung nitrogen, gas mungkin mengalir turun ke dalam kolom dan terjebak di sana ketika temperatur naik. Jika ini terjadi termometer tidak dapat digunakan hingga kembali ke kondisi awal. Untuk menghindarinya, termometer air raksa sebaiknya dimasukkan ke dalam tempat yang hangat saat temperatur di bawah -37 °C (-34.6 °F). Pada area di mana suhu maksimum tidak diharapkan naik di atas - 38.83 ° C (-37.89 °F) termometer yang memakai campuran air raksa dan thallium mungkin bisa dipakai. Termometer ini mempunyai titik beku of -61.1 °C (-78 °F).
Termometer air raksa umumnya menggunakan skala suhu Celsius dan Fahrenhait. Anders Celsius merumuskan skala Celsius, yang dipaparkan pada publikasinya ”the origin of the Celsius temperature scale” pada 1742.
Celsius memakai dua titik penting pada skalanya: suhu saat es mencair dan suhu penguapan air. Ini bukanlah ide baru, sejak dulu Isaac Newton bekerja dengan sesuatu yang mirip. Pengukuran suhu celsius menggunakan suhu pencairan dan bukan suhu pembekuan. Eksperimen untuk mendapat kalibrasi yang lebih baik pada termometer Celsius dilakukan selama 2 minggu setelah itu. Dengan melakukan eksperimen yang sama berulang-ulang, dia menemukan es mencair pada tanda kalibrasi yang sama pada termometer. Dia menemukan titik yang sama pada kalibrasi pada uap air yang mendidih (saat percobaan dilakukan dengan ketelitian tinggi, variasi terlihat dengan variasi tekanan atmosfir). Saat dia mengeluarkan termometer dari uap air, ketinggian air raksa turun perlahan. Ini berhubungan dengan kecepatan pendinginan (dan pemuaian kaca tabung).
Tekanan udara mempengaruhi titik didih air. Celsius mengklaim bahwa ketinggian air raksa saat penguapan air sebanding dengan ketinggian barometer.
Saat Celsius memutuskan untuk menggunakan skala temperaturnya sendiri, dia menentukan titik didih pada 0 °C (212 °F) dan titik beku pada 100 °C (32 °F). Satu tahun kemudian Frenchman Jean Pierre Cristin mengusulkan versi kebalikan skala celsius dengan titik beku pada 0 °C (32 °F) dan titik didih pada 100 °C (212 °F). Dia menamakannya Centrigade.
Pada akhirnya, Celsius mengusulkan metode kalibrasi termometer sbb:
1. Tempatkan silinder termometer pada air murni meleleh dan tandai titik saat cairan di dalam termometer sudah stabil. ini adalah titik beku air.
2. Dengan cara yang sama tandai titik di mana cairan sudah stabil ketika termometer ditempatkan di dalam uap air mendidih.
3. Bagilah panjang di antara kedua titik dengan 100 bagian kecil yang sama.
Titik-titik ini ditambahkan pada kalibrasi rata-rata tetapi keduanya sangat tergantung tekanan udara. Saat ini, tiga titik air digunakan sebagai pengganti (titik ketiga terjadi pada 273.16 kelvins (K), 0.01 °C). CATATAN: Semua perpindahan panas berhenti pada 0 K, Tetapi suhu ini masih mustahil dicapai karena secara fisika masih tidak mungkin menghentikan partikel.
Hari ini termometer air raksa masih banyak digunakan dalam bidang meteorologi, tetapi pengguanaan pada bidang-bidang lain semakin berkurang, karena air raksa secara permanen sangat beracun pada sistem yang rapuh dan beberapa negara maju telah mengutuk penggunaannya untuk tujuan medis. Beberapa perusahaan menggunakan campuran gallium, indium, dan tin (galinstan) sebagai pengganti air raksa.
Selasa, 16 Juni 2009
Laboratorium Fisika FKIP UNTAD
fisik merupakan suatu cabang ilmu yang tidak dapat dipandang sebelah mata. sejarah peradaban manusia telah mencatat berbagai penemuan dibidang teknologi yang mengubah sejarah manusia, sehingga tak dapat kita pungkiri di dalam laboratorium yang mungkin kecil dan asing bagi lingkungan masyarakat itulah tertulis dan terrangkai imajinasi anak manusia dari konsep, rumus, postulat, hingga penciptaan teknologi nyata.
Dari berbagai tempat yang sunyi tersebut salah satunya adalah laboratorium FKIP untad, laboratorium yang mengelolah semua potensi fisika FKIP diwilayah tadulako. dan tak dapat dipungkiri juga bahwa sanya hampir semua perubahan intelektual fisika dalam dunia pendidikan kususnya disulawesi tengah dipengaruhi oleh FKIP Fisika dengan basis pengelolahan ilmu disuatu tempat sunyi dengan nama laboratorium. dan jika kita berpikir sejenak ditempat inilah suatu saat nanti dunia akan di ubah ( ketut alit adi untara)
Dari berbagai tempat yang sunyi tersebut salah satunya adalah laboratorium FKIP untad, laboratorium yang mengelolah semua potensi fisika FKIP diwilayah tadulako. dan tak dapat dipungkiri juga bahwa sanya hampir semua perubahan intelektual fisika dalam dunia pendidikan kususnya disulawesi tengah dipengaruhi oleh FKIP Fisika dengan basis pengelolahan ilmu disuatu tempat sunyi dengan nama laboratorium. dan jika kita berpikir sejenak ditempat inilah suatu saat nanti dunia akan di ubah ( ketut alit adi untara)
pembersih udara
Sumber polusi udara di dalam ruangan mencakup berbagai mikroorganisme yang melayang-layang di udara dan dihirup oleh orang di dalam rumah. Air Purifier dan yang baru dikembangkan akan menghasilkan ion positif dan negatif. Semburan ion ini seketika membersihkan dan menyaring udara sekitar di setiap sudut ruangan, dan menghentikan aktifitas penyebab alergi yang terdapat dalam debu rumah di udara, jamur dan virus. Penyaring udaranya juga efektif dalam menghilangkan bau-bauan tak sedap dan debu.Logikanya, Ion ini akan berterbangan dalam ruang dan bersatu dengan debu, akibatnya debu akan bemuatan ion juga. Sifat ion ia akan tertarik ke arah polaritas negatif/ground. Dengan demikian debu akan tertarik ke arah ground, kita juga tau bahwa ground ada pada lantai, tembok. Maka debu akan menempel pada tembok dan tidak melayang diudara.
Dengan demikian udara akan bebas dari debu. Contoh gampang Ionizer ada pada Trafo Playback Monitor/TV. Kita lihat banyak debu hitam menempel pd belakang/depan tabung crt.
Membuat sendiri ionizer gampang sekali, komponen utama hanya dibutuhkan rangkaian dioda cascade dan capasitor saja.
Dioda : 1N4007
Capasitor : 4n7/1,6kv
Jangan kaget tembok dekat alat ini akan menghitam oleh debu
and jangan coba2 menyentuh ujung alat ini, tegangan bisa mencapai diatas 20KV (tergantung jumlah dioda).
Dengan demikian udara akan bebas dari debu. Contoh gampang Ionizer ada pada Trafo Playback Monitor/TV. Kita lihat banyak debu hitam menempel pd belakang/depan tabung crt.
Membuat sendiri ionizer gampang sekali, komponen utama hanya dibutuhkan rangkaian dioda cascade dan capasitor saja.
Dioda : 1N4007
Capasitor : 4n7/1,6kv
Jangan kaget tembok dekat alat ini akan menghitam oleh debu
and jangan coba2 menyentuh ujung alat ini, tegangan bisa mencapai diatas 20KV (tergantung jumlah dioda).
Langganan:
Postingan (Atom)




